Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Keputusan berani pelatih anyar Tim Nasional Jerman, Jürgen Klopp, untuk memanggil total 44 pemain yang dibagi ke dalam dua skuad berbeda untuk empat pertandingan internasional pertamanya menuai sanjungan luas dari para petinggi dan legenda sepak bola Jerman.
Langkah tak lazim ini diambil mantan juru taktik Liverpool tersebut sebagai fondasi awal untuk mengembalikan reputasi Die Mannschaft sebagai raksasa sepak bola dunia.
Klopp yang resmi menjabat sebagai pelatih kepala pada Juli lalu menyusul hasil mengecewakan Jerman di Piala Dunia 2026, harus menghadapi jadwal padat UEFA Nations League dengan empat pertandingan yang terhampar dalam rentang waktu kurang dari dua pekan.
Alih-alih menguras tenaga barisan pemain utama, Klopp membagi 44 nama tersebut menjadi dua kelompok yang berisikan masing-masing 22 pemain.
Baca juga: Klopp Panggil 44 Pemain dalam Dua Skuad untuk Pertandingan Perdana Jerman
Kelompok pertama yang dihuni figur senior seperti kapten Joshua Kimmich dan Jamal Musiala disiapkan untuk menghadapi Belanda dan Yunani. Sementara kelompok kedua, yang didominasi wajah-wajah baru dan pemain muda, akan diturunkan pada laga kontra Serbia serta laga tandang melawan Yunani.
Langkah ini sengaja dirancang agar Klopp dapat memantau potensi seluruh pemain sekaligus menjaga kebugaran mereka di tengah bergulirnya kompetisi klub.
Inovasi taktis tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari legenda timnas Jerman dan kapten juara Piala Dunia 1990, Lothar Matthäus. Ia menilai strategi Klopp sangat masuk akal dan menunjukkan kepedulian terhadap beban kerja para pemain di level klub.
"Menurut saya, ide dia untuk memanggil 44 pemain itu sungguh luar biasa," kata Matthäus. "Bukan hanya soal daftar pemain yang dipanggil, tetapi juga gagasan mengenai pembagian dua skuad tersebut."
"Mengingat adanya empat pertandingan dalam kurun waktu sembilan atau sepuluh hari—ditambah lagi kompetisi liga dan Eropa yang sudah berjalan—membentuk dua skuad adalah langkah yang sangat masuk akal. Itu benar-benar ide yang brilian."
Baca juga: Resmi Latih Timnas Jerman, Klopp Ancam Mundur Jika Keluarga Diganggu Media
Dukungan serupa dilontarkan oleh Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Hans-Joachim Watzke. Watzke mengapresiasi keberanian Klopp dalam bereksperimen demi kepentingan jangka panjang tim nasional menuju Euro 2028.
"Ide yang menarik darinya untuk menurunkan dua tim berbeda dalam empat pertandingan," ujar Watzke. "Perlu pemikiran tersendiri untuk mencetuskan ide seperti itu. Saya menyukainya."
"Saya tahu dia sudah lama memikirkan hal ini. Saya merasa sangat yakin dengan penunjukan Juergen. Kita tidak seharusnya langsung memikirkan Euro 2028 sejak bulan September. Masih ada waktu untuk bereksperimen, dan jika bukan sekarang, lalu kapan lagi?"
Langkah radikal Klopp juga diwarnai dengan dipanggilnya 16 pemain yang belum pernah mengantongi penampilan senior, termasuk beberapa bakat muda potensial seperti Felix Keidel dan Younes Ebnoutalib. Dengan menyaring kolam pemain yang lebih luas, Klopp ingin memastikan bahwa struktur tim nasional tidak lagi bergantung pada nama-nama lama semata.
Klopp menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan untuk membedakan antara tim utama dan tim pelapis, melainkan sebagai proses pengenalan mendalam terhadap karakter sepak bola Jerman saat ini. Setelah mengalami kehampaan gelar sejak 2014 serta kegagalan beruntun di panggung Piala Dunia, pendekatan segar ini diharapkan menjadi awal dari era kebangkitan Die Mannschaft.