Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat dukungan politik yang sangat krusial setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara aklamasi menyatakan kembali dukungan penuh terhadap kepemimpinannya. Dukungan bulat dari 54 asosiasi anggota Afrika ini memberikan benteng pertahanan utama bagi Infantino saat ia berjuang mempertahankan jabatannya di tengah krisis tata kelola terhebat sepanjang masa kepemimpinannya akibat skandal rencana penjualan hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.  

Langkah tegas dari CAF, yang mewakili lebih dari seperempat total 211 negara anggota FIFA, memberi Infantino fondasi politik yang sangat kuat menjelang pemilihan Presiden FIFA mendatang. Namun, deklarasi Afrika ini berbanding terbalik dengan jurang pemisah yang kian mendalam dengan sepak bola Eropa, di mana UEFA tetap berada di barisan terdepan yang menuntut perubahan drastis.  

Benteng 54 Suara Afrika

Usai rapat komite eksekutif, Presiden CAF Patrice Motsepe mengonfirmasi bahwa badan pengatur sepak bola Afrika tersebut berdiri kokoh di belakang sang presiden FIFA. CAF menyampaikan apresiasi atas komitmen finansial dan pembangunan infrastruktur yang konsisten disalurkan Infantino ke benua tersebut selama satu dekade terakhir.  

"Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan FIFA, asosiasi anggotanya, konfederasi sepak bola lainnya, serta para pemangku kepentingan guna menjaga dan mematuhi tata kelola, prosedur yang semestinya, dan transparansi," ujar Motsepe dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Kecam Infantino Usai Skandal Penjualan Hak Piala Dunia, Figo: Dia Harus Pergi!

Dukungan benua tersebut diperkuat oleh para tokoh berpengaruh, seperti Presiden Federasi Sepak Bola Maroko Fouzi Lekjaa, Hany Abo Rida dari Mesir, dan Ahmed Yahya dari Mauritania. Dalam sistem pemilihan FIFA yang menganut prinsip satu negara, satu suara, mengamankan 54 suara bulat dari benua Afrika adalah kemenangan taktis yang menutup celah bagi kelompok oposisi untuk menggalang mayoritas.  

Perpecahan Politik Sepak Bola Global

Meski deklarasi CAF berhasil mengamankan basis suara Infantino, hal tersebut belum mampu meredakan krisis legitimasi yang melanda FIFA. Gelombang perlawanan meletus bulan lalu ketika rencana rahasia pembentukan "FIFA Forward Enterprise", sebuah entitas untuk menjual porsi saham hak komersial dan tiket Piala Dunia, bocor ke publik dan memicu amarah dari UEFA, Concacaf, hingga Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Baca juga: Pertemuan Krisis di Rabat: FIFA Pastikan Gianni Infantino Tetap Menjabat Presiden

Meskipun Infantino telah membatalkan proposal tersebut minggu lalu dan berjanji akan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap proses tata kelola, para petinggi sepak bola Eropa belum terpuaskan. Pada hari yang sama saat CAF mengumumkan dukungannya, sejumlah pejabat senior Eropa menegaskan kembali ancaman boikot terhadap turnamen-turnamen masa depan FIFA selama Infantino masih bertakhta.  

Pertarungan Memperebutkan Arah FIFA

Sikap antusias Afrika yang berlawanan dengan penolakan keras Eropa mempertegas garis perpecahan geopolitik dalam olahraga modern. Di bawah kepemimpinan Infantino, FIFA mengekspansi Piala Dunia menjadi 48 tim dan mengalirkan dana pembangunan dalam jumlah rekor ke konfederasi di luar Eropa. Bagi banyak federasi di Afrika, dana hibah tersebut merupakan urat nadi utama bagi keberlangsungan infrastruktur sepak bola domestik mereka.

Bagi Infantino, dukungan bulat dari CAF memastikan posisinya aman dari ancaman pemakzulan langsung dalam waktu dekat. Namun, memimpin panggung olahraga global di mana benua penyumbang nilai komersial terbesar, Eropa, berada dalam posisi pemberontakan terbuka menghadirkan dilema kepemimpinan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Infantino mungkin telah mengamankan angka yang dibutuhkan untuk mempertahankan kursinya, tetapi menyatukan kembali panggung sepak bola dunia yang terpecah belah kini menjadi tantangan yang jauh lebih berat.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!