Italia mengawali perjalanan mereka di UEFA Nations League 2026-27 dengan kekalahan 0-2 dari Belgia di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB. Mika Godts dan Dodi Lukébakio menjadi pencetak gol dalam kemenangan Belgia, sementara Italia gagal memanfaatkan sejumlah peluang setelah pertandingan memasuki babak kedua.

Pertandingan tersebut juga menjadi awal era kedua Roberto Mancini sebagai pelatih Italia. Di kubu Belgia, Mark van Bommel menjalani pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih tim nasional dan langsung membawa pulang tiga poin.

Godts Bawa Belgia Unggul

Belgia tampil lebih agresif sejak awal pertandingan dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Charles De Ketelaere hampir membuka keunggulan pada menit-menit awal, tetapi Gianluigi Donnarumma masih mampu menggagalkan tembakannya.

Italia sempat mendapat kesempatan ketika Francesco Pio Esposito melepaskan tembakan yang membentur tiang, tetapi peluang tersebut akhirnya tidak berbuah gol dan juga dinilai terjadi dalam posisi offside.

Belgia kemudian memecah kebuntuan pada menit ke-20. Kevin De Bruyne memberikan umpan terobosan kepada Mika Godts, yang berhasil melewati Diego Coppola dan Gianluca Mancini sebelum melepaskan tembakan mendatar ke gawang Donnarumma.

Baca juga: Donnarumma Ungkap Pemain Italia Hindari Bahas Kegagalan Play-off Piala Dunia

Gol tersebut menjadi gol pertama Godts untuk tim senior Belgia dan membuat tim tamu unggul 1-0.

Belgia terus memberikan tekanan setelah mencetak gol. Donnarumma harus melakukan penyelamatan ganda untuk menggagalkan peluang De Ketelaere dan Nicolas Raskin dalam situasi beruntun.

Italia kemudian mencoba merespons melalui Moise Kean. Namun, penyerang tersebut hanya mampu mengarahkan tembakannya ke sisi gawang ketika mendapatkan peluang dari jarak dekat.

Italia Bangkit, Lukébakio Gandakan Kedudukan

Italia tampil lebih agresif setelah turun minum. Perubahan pendekatan itu langsung menghasilkan sejumlah peluang untuk tim tuan rumah.

Hanya dua menit setelah babak kedua dimulai, Kean kembali mendapatkan kesempatan emas. Namun, Senne Lammens menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan tembakannya dengan kaki.

Kiper Belgia tersebut kembali menjadi penghalang ketika berhasil menepis usaha Pio Esposito. Italia mulai menguasai momentum dan menekan lebih tinggi untuk mencari gol penyama.

Namun, ketika Italia sedang berada dalam periode terbaik mereka, Belgia justru mencetak gol kedua.

Baca juga: Selama Masih Termotivasi, De Bruyne Pastikan Tetap Bela Timnas Belgia

Dodi Lukébakio masuk sebagai pemain pengganti dan hanya membutuhkan 11 menit untuk memberikan dampak. Penyerang Benfica tersebut melakukan akselerasi dalam serangan balik sebelum melepaskan tembakan keras dari sekitar 20 meter yang bersarang di sudut bawah gawang Italia.

Gol pada menit ke-69 itu mengubah skor menjadi 2-0 sekaligus membuat perjuangan Italia semakin berat.

Italia Gagal Memecah Kebuntuan

Tertinggal dua gol, Italia terus berusaha mencari jalan kembali ke pertandingan. Riccardo Calafiori hampir memperkecil ketertinggalan melalui tembakan kaki kiri yang hanya melewati sisi gawang.

Giorgio Scalvini juga mendapat peluang pada fase akhir pertandingan, tetapi sundulannya justru membentur mistar gawang.

Belgia tampil lebih tenang dalam menghadapi tekanan pada menit-menit akhir. Lammens kembali menunjukkan ketenangannya di bawah mistar, sementara lini belakang Belgia mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir. Belgia pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!