Tim nasional Turki resmi menunjuk mantan pemain timnas Sergen Yalçın sebagai pelatih kepala baru pada Selasa (20/10). Pelatih berusia 53 tahun itu menggantikan Vincenzo Montella setelah Federasi Sepak Bola Turki (TFF) memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Italia tersebut menyusul serangkaian hasil mengecewakan.

TFF mengumumkan penunjukan Yalçın setelah rapat dewan direksi dan menyatakan bahwa sang pelatih akan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Ia mendapatkan tugas besar untuk membangkitkan performa Turki setelah tim berjuluk The Crescent-Stars mengalami periode sulit di kompetisi internasional. 

Montella Dipecat Setelah Rentetan Hasil Buruk

Montella meninggalkan posisinya pada 9 Oktober setelah Turki menelan empat kekalahan berturut-turut di UEFA Nations League. Mereka kalah dua kali dari Italia, serta takluk 1-0 dari Prancis dan 3-0 dari Belgia. Rangkaian hasil tersebut membuat Turki berada di posisi terbawah Grup A1 dan menghadapi ancaman degradasi.

Baca juga: Italia 3-1 Turki: Calafiori dan Pio Esposito Pastikan Azzurri Raih Kemenangan

Hasil buruk itu menambah kekecewaan setelah Turki tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2026. Padahal, selama menangani tim sejak September 2023, Montella sempat membawa Turki mencapai perempat final Euro 2024 dan mengantarkan mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Namun, hasil di turnamen terakhir dan awal Nations League akhirnya mengakhiri masa baktinya. 

Yalçın Bawa Pengalaman sebagai Pemain dan Pelatih

Yalçın bukan sosok asing dalam sepak bola Turki. Saat masih aktif bermain sebagai gelandang serang, ia mencatatkan 37 penampilan bersama tim nasional antara 1994 dan 2003 serta tampil di Euro 1996 dan Euro 2000. 

Di level klub, ia pernah memperkuat sejumlah tim besar, termasuk Beşiktaş, Fenerbahçe, dan Galatasaray.

Baca juga: Turki 0-1 Prancis: Mbappé Antar Les Bleus Menang di Debut Zidane

Pengalaman kepelatihannya juga mencakup keberhasilan penting bersama Beşiktaş. Pada musim 2020-2021, ia membawa klub Istanbul tersebut menjuarai Süper Lig dan Piala Turki sekaligus. Ia kemudian kembali menangani Beşiktaş untuk periode keduanya, sebelum berpisah dengan klub itu pada Mei 2026. 

Tantangan pertama Yalçın adalah memulihkan kepercayaan diri para pemain dan memperbaiki posisi Turki di Nations League. Pertandingan pertamanya dijadwalkan berlangsung di kandang melawan Belgia pada 13 November, sebelum Turki bertandang menghadapi Prancis tiga hari kemudian.

Dengan kontrak empat tahun, Yalçın mendapatkan kesempatan untuk membangun kembali tim nasional dalam jangka panjang. Namun, ia harus segera menunjukkan perubahan setelah Turki melewati periode sulit di bawah Montella dan membutuhkan hasil positif untuk mengembalikan momentum mereka di panggung internasional. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!