Gakpo: Belanda Wajib Waspadai Isak di Laga Krusial Kontra Swedia
Belanda tidak punya waktu lagi untuk melakukan kesalahan di Piala Dunia 2026. Setelah ditahan imbang 2-2 oleh Jepang di laga pembuka, penyerang Oranje, Cody Gakpo, langsung memberikan peringatan keras kepada timnya jelang laga hidup-mati kontra Swedia Minggu ini di NRG Stadium: waspadai penuh rekan setimnya di Liverpool, Alexander Isak.
Isak sedang dalam performa mematikan. Penyerang jangkung tersebut baru saja mengobrak-abrik Tunisia dengan torehan satu gol dan dua assist dalam kemenangan telak Swedia 5-1.
Waspadai Isak
Bagi Gakpo, performa itu adalah sinyal bahaya utama bahwa Isak telah kembali ke bentuk terbaiknya setelah pulih total dari cedera fraktur kaki yang sempat mengganggu musimnya di Anfield.
"Kami sangat senang dia bisa kembali bermain dan bugar di akhir musim kemarin," kata Gakpo mengenai rekan setimnya di Liverpool tersebut.
"Dan sekarang, dia memulai turnamen ini dengan sangat luar biasa. Semua orang tahu seberapa berkualitasnya dia. Kami benar-benar harus mengawasinya."
Baca juga: Pesta Gol di Monterrey, Swedia Lumat Tunisia 5-1 dalam Laga Grup F
Kekalahan atau hasil imbang di Houston akan membuat langkah Belanda ke babak gugur menjadi sangat rumit. Sebaliknya, Swedia saat ini memimpin klasemen dengan nyaman dan bermain tanpa beban.
Menurut Opta, peluang Belanda untuk menjuarai Grup F kini melorot ke angka 40%. Meskipun peluang total untuk lolos ke fase gugur masih berada di angka 90%, kekalahan di Texas akan mengubah laga pamungkas kontra Tunisia menjadi perjudian yang sangat berisiko.
Ancaman Nyata Lini Depan Swedia
Ketajaman Isak di laga pembuka menyamai catatan legendaris Swedia, Henrik Larsson, pada Piala Dunia 2002 dengan torehan tiga keterlibatan gol dalam satu pertandingan.
Dikombinasikan dengan keganasan striker Arsenal, Viktor Gyökeres, dan gelandang muda berbakat Yasin Ayari, lini depan Swedia dirancang khusus untuk menghukum kelengahan lawan lewat transisi cepat, masalah utama yang membuat Belanda kebobolan dua gol saat melawan Jepang.
"Kami tahu bahwa kami harus memenangkan pertandingan karena kami ingin lolos dari babak penyisihan grup. Jelas hasil untuk Swedia sangat bagus bagi mereka, tetapi kami harus melihat itu secara terpisah dan hanya fokus pada diri kami sendiri, apa yang dapat kami tingkatkan," kata penyerang berusia 27 tahun itu.
Baca juga: Koeman Tak Menyesal Usai Ditahan Jepang, Tuntut Belanda Tampil Lebih Garang
Pekerjaan Rumah Ronald Koeman
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, kini menghadapi dilema taktis yang berat. Ia harus menemukan cara untuk membongkar pertahanan rapat Swedia yang dikenal solid saat berstatus underdog, sekaligus memastikan duet di lini bertahan tidak kedodoran menghadapi kecepatan Isak dalam skema serangan balik.
Belanda memang memiliki kualitas individu mumpuni lewat Gakpo, Memphis Depay, dan skema bola mati yang berbahaya. Namun, di Houston nanti, reputasi besar saja tidak akan menghasilkan poin. Tanpa disiplin taktis tingkat tinggi untuk meredam Isak, krisis dini di Piala Dunia sudah mengintai anak asuh Koeman.